Kamis, 27 Februari 2014

Padamu aku merindu

Kisah lama kita masih aku kenang, tiap malam berbalas cerita di kala senja. Aku menunggu kehadiranmu di depan layar. Senang rasanya ketika tahu kamu mulai menulis pesan. Kamu memanggilku dengan lembut. Menanyakan sedang apa dan apa kabar. Hal-hal baru engkau ceritakan memberikan emo tertawa saja hatiku senang bukan kepalang. Kembali terulang tiap harinya. Kita bertemu siang dan malam. Kita jalani kisah ini di dua kota. Kamu berjanji untuk menemuiku, yaa masih jelas kuingat kamu ingin bertemu denganku. Itu saat hatiku berbunga, tak ada kata yang mampu aku ucapkan. Beberapa hari tak ada kabar membuatku semakin gelisah. Apa karena ucapan ku yang hari sebelumnya membuat kamu enggan menulis pesan. Ku buang jauh-jauh dugaan itu. Tiga hari kemudian ku lihat kamu meninggalkan pesan..maaf kemarin sibuk. Membuatku semakin percaya kita dapat bertemu. Namun sayang ketika kamu menulis pesan akan pindah keluar kota membuatku kembali berpikir. Mungkin kita tidak diijinkan bertemu. Tapi aku tetap merindu. Semakin lama semakin menjauh tak ada lagi panggilan itu. Entah kapan bisa memulai perbincangan itu. Kita semakin berjalan berlawanan arah dan tak melihat satu sama lain. Ingin ku menoleh barang sedetik tapi aku takut merindu.

Kamis, 20 Februari 2014

Sajak untuk kekasih

Sejak aku mengenalmu..kumulai penasaran dengan ceritamu
Kata orang kamu menantang
Kata orang kamu bisa membuat jiwa-jiwa tersesat
Aah..semakin ku selami semakin kutertarik dengan pesonamu
Kamu menggodaku disaat ku memikirkanmu
Kamu juga menggodaku dengan poto-poto mu yang rupawan
Kamu memiliki segudang cerita yang menggairahkan
Kini aku semakin jatuh hati padamu
Ceritera pemuda dan pemudi saat menjumpaimu membuatku tak tahan lagi menemuimu
Tunggu aku di bulan juli aku akan menemuimu

Bromo

Sabtu, 15 Februari 2014

Puan

Ingin tahu kabar tuan, tapi mestilah puan berkaca tak ada lagi ikatan, puan melepasnya kerana diantara tuan; puan ada dia

Tuan sesungguhnya puan membenci wangi tubuhmu yang kian merasuki relung-relung jiwaku. Jarum panjang terus berdetak membuatku
mengenangmu

Buatlah puan membenci tuan, kerana itu dapat membantu puan berpikiran jernih
Cerita sang dewi, mewartakan segala isi hatinya berkelit dikeheningan jingga mengadu kepada alam.

Senin, 10 Februari 2014

Laut

Aku buta peta..buta pula tentang laut lepas
Yang aku tahu laut itu luas dan tidak akan pernah habis airnya
Aku tak tahu arah mata angin
Kapan bertiup kebarat
Kapan bertiup keselatan
Kapan ke timur
Ke barat daya
Ataupun ke utara
Aku mencoba menghitung jarak dari satu titik ke titik lain namun tetap berbeda dengan darat
Aku marah dikala hujan turun
Aku sedih gelombang besar
Aku takut angin kencang
Oh laut..oh tuanku..
Mengapa tuan senang mengarungi samudera padahal tiap hari aku gundah gulana
Ku titip doaku lewat Tuhan agar tuan baik-baik saja.

Sabtu, 08 Februari 2014

Political line

Politik yang katanya "menggelitik" membuat ku enggan mencobanya
Apalagi berbirokrasi bicara soal ini dan itu. Menjadi kaya prioritas hidup manusia
Yang nyatanya tidak kaya-kaya
Beda cerita dengan politik di negara ku, siapa cepat dia berkuasa,siapa tertangkap dia pura-pura gila. Banyak yang mengungkapkan kemuakkannya tentang ibukota lewat stand up comedy ataupun lawakan yang cukup menyentil petinggi-petinggi negaraku
Banyak yang mengapresiasikan bakatnya tentang orang-orang besar di negaraku melalui potret mereka yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik untuk dicibir
Semua orang muda meneriakkan nama-nama wakil rakyat yang pada akhirnya mereka bisu dan tuli. Begitu banyak keserakahan manusia-manusia yang makan duit rakyat  entah apa yang ada dipikiran tikus-tikus nakal itu pada waktu mencuri duit rakyat.
Sekelumit ceritaku tentang negeriku.

Selasa, 04 Februari 2014

It's you

Semua yang aku tuliskan ialah kamu

Hujan yang membasahi bumi ini menandakan kehidupan ku yang berkutat dengan pikiran yang menembus kenangan lalu
Aahh...sumpah itu masih kamu!!

Setiap inci poto tergaris jelas kisah asmara
Aku dan kamu
Senyum, canda, marah, kesal, sedih kamu terlukis jelas di mataku

Kadang tidak ada cinta di antara kita
Dan kita masih menyapa
Kadang ada benci di antara kita
Dan kita masih melemparkan senyum

Setiap aku ucapkan namamu, itu menjadi candu bagi otakku
Dan sampai detik ini pun masih tetap kamu
Kembali kuulang kata sumpah!!

Deena